Waspadai Malware Android Menyebar Lewat Lagu . ahli keamanan jaringan menemukan sebuah hal yang mencengangkan di platform OS mobile
Android.
Hanya dengan menggunakan file audio Mp3 dan video Mp4, penjahat cyber
dikatakan dapat menyebarkan program jahat atau biasa dikenal dengan nama
malware.
 |
| ilustrasi malware |
|
Adalah Zimperium Labs, perusahaan penemu masalah
tersebut. Joshua Drake dan Zuk Avraham, dua peneliti keamanan dari
perusahaan itu, menamakan isu keamanan tersebut sebagai Stagefright 2.
Perusahaan tersebut menemukan adanya sebuah celah keamanan dalam inti kode
Android
yang disebut "libutils". Melalui celah itu, penjahat cyber dapat
menginjeksi program jahat pada Mp3 dan Mp4, yang diketahui dapat membuat
si peretas mengambil beberapa fungsi dari perangkat.
Menariknya, sebagaimana
KompasTekno rangkum dari
Forbes, Jumat (2/10/2015), celah keamanan tersebut ada di
Android sejak versi 1.0 yang dirilis pada tahun 2008 lalu. Itu artinya, sekitar 1,4 miliar perangkat Android yang dimiliki saat ini bisa saja terinfeksi malware tersebut.
Satu hal yang cukup mengganggu lainnya, file MP3 atau MP4 tersebut tidak perlu dimainkan untuk masuk ke sistem
Android . Hanya melalui preview audio dan video saja, malware tersebut bisa langsung menyebar masuk ke
Android.
Menurut Zimperium Labs, hal tersebut bisa terjadi karena program jahat memang memanfaatkan bagaimana
Android memproses metadata dalam file Mp3 dan Mp4.
Tentunya,
tidak semua file Mp3 dan Mp4 yang sudah terinjeksi dengan malware.
Menurut ahli keamanan tersebut, biasanya pengguna mendapatkan file
tersebut dari situs yang sengaja dibuat oleh penjahat cyber untuk
menyebarkan file Mp3 dan Mp4 "berbahaya".
Proses untuk memancing korban untuk mengunduh file berbahaya itu sendiri dinamakan sebagai
phising.
Untungnya, Google, sebagai pengembang
Android,
sudah mengetahui adanya masalah tersebut. Nyatanya, Google sedang
bersiap untuk menghadirkan patch atau penambal lubang keamanan tersebut.
Patch
tersebut telah dikirimkan kepada rekanan pada 10 September lalu. Ada
dua patch yang dirilis, yakni CVE-2015-6602 dan CVE-2015-3876. Google
bekerjasama dengan rekanan tersebut untuk menghadirkan patch tersebut
kepada pengguna, di luar pemakai perangkat gadget Nexus.
Bagi perangkat Nexus, Google dikatakan sudah siap untuk mengirimkan patch tersebut pada 5 Oktober mendatang.
sumber : Kompas(.)com